Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) sebagai salah satu kawasan konservasi di Sulawsi Tenggara memiliki sumber keragaman hayati yang sangat tinggi. Beberapa spesies unik serta endemic hidup dalam kawasan ini seperti Anoa (Buballus spp), Babi rusa (Babyrussa babirousa), Maleo (Macrocephalon maleo), Kera hi tam sulawesi (Macaca ochreata), Rusa timor (Rusa timorensis), Kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea), aneka burung air dan beberapa jenis lainnya.
Rusa timor (Rusa timoren sis) atau dalam bahasa daerah setempat disebut Jonga meru pakan satwa eksostis/filial yang telah ada di dalam kawasan TNRAW sejak ratusan tahun yang lalu, keberadaan satwa ini sangat berarti. Bahkan bagi TNRAW, jonga dapat dikatakan sebagai maskot. Pada masa lalu hingga awal 2000 satwa ini mendominasi selu ruh ekosistem savana yang mem bentang luas dibagian selatam ka wasan TNRAW. Tercatat populasi rusa timor di kawasan TNRAw mencapai jumlah lebih kurang 30.000 ekor (menurut hasil inven tarisasi tahun 1988,1996). 1986, 1987, Namun saat ini kondisinya sangat berbeda, per jumpaan secara langsung rusa timor di habitat aslinya sudah san gat sulit untuk dilakukan. Hal ini diakibatkan oleh perburuan liar besar-besaran pada awal tahun 2000an yang menyebabkan popu lasinya mengalami penuruan secara drastis. Untuk itulah upaya nyata dalam rangka pembinaan populasi merupakan hal penting dilakukan. Pada hakekatnya kegiatan Pusat Konservasi Rusa Timor adalah un tuk menjaga kelangsungan hidup satwa rusa, terhindar dari kepuna han, disamping peningkatan nilai manfaatnya.
Berikut Link Buku Pusat Konservasi Rusa Timor Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai : Disini